Tidak Perlu Bermimpi Dahulu

Ada seseorang yang bermimpi diri dikejar-kejar oleh seekor ular naga yang ganas. Dalam mimpinya itu, ia lari lintang-pukang. Namun malangnya, seberapa kuat pun ia berlari, ular naga yang selalu menyemburkan api dari mulutnya itu tetap saja dapat mengikutinya. Kemana pun ia lari bersembunyi, selalu saja dapat ditemukan oleh ular naga itu. Dalam kepanikannya, akhirnya ia berjumpa dengan orang tua renta yang wajahnya bercahaya bak rembulan. berharap bahwa orang tua ini sakti madraguna, iapun lalu meminta bantuan padanya, untuk mengusir ular naga itu. Tetapi sang kakek berwajah rembulan ini, malahan menangis sambil menggatakan bahwa dirinya terlalu lemah untuk menghadapi ular naga yang galak itu. Dengan rasa panik yang amat sangat, ia pun lalu kembali lari tunggang langgang menghindari sang ular naga yang tampak semakin bernafsu untuk melumat dirinyanya. Untuk pada keadaan yang kritis itu ia segera terbangun.

Meskipun hanya mimpi, tetapi rupanya hal ini memberi kesan mendalam bagi jiwanya. Makan dicarinyalah orang yang terkenal pandai membaca tabir mimpi.

“Ular naga itu adalah penjelmaan amal salahmu, sedangkan orang tua renta yang berwajah rembulan itu adalah wujud dari amal salehmu” begitulah tutur sang ahli pembaca tabir mimpi.

Mendengar hal itu, orang ini pun tertegun sambil mengingat-ingat per buatan selama ini. “Pantas saja kalau orang tua berwajah rembulan itu tidak bisa menolongku, karena amal salehku selama ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembangkanganku kepada tuhan” katanya lirih.

Akhirnya orang tua itu pun bertekad untuk bertobat dengan sungguh-sungguh, yaitu ia akan selalu mentaati perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.

Sebenarnya kisah diatas tidak aneh, karena memang setiap orang pernah bermimpi. Tetapi apakah kita harus bermimpi dikejar naga dahulu baru mau bertobat? Apakah kita lupa sudah berapa banyak saudara kita yang meninggal tanpa sempat bermimpi dikejar dikejar naga?????

Hai sekalian orang yang beriman, tobatlah kamu dengan sungguh-sungguh.

Attahrim : 8

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya.(jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai batas yang telah ditentukan ……

Hud : 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s