PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B)

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .Ada tiga macam aba-aba yaitu :

Aba-aba petunjuk

Aba-aba peringatan

Aba-aba pelaksanaan

1.    SIKAP SEMPURNA

Aba-abanya : Siap – GERAK. Pelaksanaanya  :  pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas sewajarnya.

2.    HADAP SERONG KANAN/KIRI

Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK

Pelaksanaannya Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri

3.    HADAP KANAN/KIRI

Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK

Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90° Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

4.    BALIK KANAN

Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK

Pelaksanaannya : kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.  Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180° Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

Catatan: Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna. Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.

5.    LENCANG KANAN : (hanya dalam bentuk bersaf)

Aba-aba : Lencang kanan – GERAK

Pelaksanaannya: Gerakan ini dilakukan dalam sikap sempurna. Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan ke samping, jari-jari kanan menggenggam menyentuh bahu kanan orang yang berada di sebelah kanan, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri.

6.    LENCANG DEPAN (hanya dalam bentuk berbanjar)

Aba-aba : Lencang depan – GERAK

Pelaksanaannya: Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.

Barisan  depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.

7.    JALAN DI TEMPAT

Aba-aba: Jalan ditempat – GERAK

Pelaksaannya: Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut berganti-ganti diangkat, paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah biasa, badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang) pada aba-aba : Henti – GERAK jatuhkan kaki kiri/kanan,pada hitungan ke dua, dan kembali ke sikap sempurna

8.         HORMAT.

Aba-aba : Hormat – GERAK

Pelaksanaannya (dengan tutup kepala, keadaan berhenti)

Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis. Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.  Jika selesai menghormat, maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna.

9.    ISTIRAHAT

Aba-aba istirahat ditempat – GERAK

Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.

Catatan: Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat. Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat. Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan.

10.     BERHITUNG

Aba-aba : Hitung – MULAI

Pelaksanaannya: Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan. Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan. Pengucapan nomor secara tegas dan tepat. Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.

Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing. Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA

11.     SETENGAH LENGAN LENCANG KANAN

Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri – GERAK

Pelaksanaannya:Seperti pada waktu lencang kanan, tetapi tangan kanan di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s