MEMAHAMI PRINSIP QUANTUM TEACHING

Dalam menjalankan quantum teaching,ada beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang guru. prinsip ini sangat praktis dan sekaligus sebagai strategi bagaimana membangun pembelajaran yang berbasis quantum taeching, yaitu :

1. segala berbicara

seorang guru harus memiliki kesadaran bahwa apa yang dilakukan di dalam dan diluar kelas dapat berimbas pada proses pembelajaran, apalagi saat guru tersebut berada disekolah atau kelas. cara berpikir cara memandang siswa cara berpakaian, semuanya menyampaikan pesan tertentu kepada siswa. begitupun dengan lingkungan kelas dan  bahan pelajaran, semuanya menyampaikan pesan tentang belajara.

Untuk itu hati-hati dalam melakukan pembelajaran karena segala berbicara.

2. Segala bertujuan

Prinsip ini menekan kepada guru agar dalam proses belajar, siswa harus mengetahui lebih dahulu manfaat apa yang akan dipelajarinya (manfaat apa yang akan diperoleh jika mempelajari). siswa harus diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang akan diajarkan. prinsip ini merupakan strategi bagaimana menarik minat belajar siswa. semakin memaparkan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa, besar kemungkinan mereka akan tertarik dengan materi tersebut. hal ini sangat sesuai dengan prinsip hidup manusia bahwa manusia akan  tertarik dengan materi tersebut. Hal ini sangat sesuai dengan prinsip hidup manusia bahwa manusia akan melakukan sesuatu apa pun dalam hidupnya apabila sesuatu itu sangat bermanfaat bagi dirinya sendirinya, begitupun sebaliknya. Dalam konsep quantum learning hal itu disebut AMBAK ( Apa Manfaat BagiKu).

3. Pengalaman sebelum konsep

Kurikulum tahun 1994 memperlihatkan bahwa guru sangat mendominasi siswa dalam proses pembelajaran (teacher center) sehingga yang terjadi adalah guru banyak bicara dan siswa hanya mendengarkan serta diam. Dalam perkembangan ilmu pendidikan masa kini, gaya mengajar seperti ini sudah judul. Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) menginginkan bahwa guru kreatif, memberi stimulasi atau rancangan agar siswa dapat secara mandiri dan aktif. Prinsip ini mengajarkan bahwa belajar dengan cara melakukan atau terlibat langsung akan lebih diserap dengan baik oleh siswa. Dari pengalaman, Siswa akan memperoleh banyak konsep pengetahuan sesuai dengan aktivitas yang dialaminya.

3. Akui setiap usaha

Banyak sekali guru yang masih tidak mau mengakui bahwa setiap siswa semua siswa adalah cerdas. Apa pun alasannya bahwa lapangan pasti terdapat siswa yang pintar dan “tulalit” itu dulu masih ada pengelompokan terhadap siswa, ada yang pintar dulu, masih ada pengelompokkan terhadap siswa, ada yang pintar dan ada yang guru harus akui bodoh. Saat ini guru harus mengakui bahwa semua siswa cerdas dan menghargai usaha mereka sekecil apa pun. prinsip ini memberi nuansa humanis bagi  guru.

5. Jika layak dipelajari, layak pula rayakan

Prinsip ini ditekankan kepada guru untuk membentuk menatlitas siswa juara dikelas. dalam membentuk mentalitas juara, guru harus berusaha membawa suasana kelas  saling mendukung. kita harus memberi pujian pada siswa yang terlibat aktif pada pelajaran kita. Misalnya, ketika ada siswa yang berani dan berhasil mengerjakan soal di depan ketika guru memerintahkan siswa lainnya untuk memberikan dukungan berupa tepuk tangan atau guru berkata  “Bagus” “Baik!”

Dalam meracang pengajaran yang menyenangkan berbasis quantum teaching, ada beberapa kerangka praktis yang harus diperhatikan oleh guru. kerangka praktis ini dikenalkan oleh Bobbi De Porter dengan sebutan TANDUR (Tumbuhkan, Alam Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan):

1. Tumbuhkan

Seorang harus pandai menarik minat siswa dalam belajar. Tumbuhkan minat siswa dengan menemukan” Apakah Manfaat Bagiku” (AMBAK), dan manfaat bagi kehidupan siswa. seorang tidak hanya menumbuhkan minat belajar, akan tetapi guru harus mampu menumbuhkan mentalitas juara didalam diri siswa.

2. Alami

Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar. Bawa siswa belajar pada suasana yang nyata sehingga siswa mampu merasakan pengalaman kongkret. belajar pada kehidupan nyata bukan hanya sekedar teori dikelas. Misalnya Guru Islam berbicara

A. Tumbuhkan

Seorang guru harus pandai menarik minat siswa dalam belajar. Tumbuhkan minat siswa dengan menemukan ” Apakah manfaat Bagiku” (AMBAK) dan manfaat bagi kehidupan siswa. Seorang guru tidak hanya menumbuhkan minat belajarnya, akan tetapi guru pun harus mampu menumbuh mentalitas juara didalam dari siswa.

B. Alami

Ciptakan atau datangkan  pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar, Bawa siswa belajar pada suasana yang nyata sehingga siswa mampu merasakan pengalaman konkret. Belajar pada kehidupan nyata bukan hanya sekedar teori dikelas, maka sesekali bawalah siswanya berkunjung ke lembaga zakat terdekat untuk mengetahui lebih jelas tentang persolaan zakat. siswa mengalami bukan hanya sekedar teori.

C. Namai

Setelah siswa mengalami atau melakukan penelitian atas apa yang sedang mereka pelajari, saatnya guru membimbing siswa untuk untuk menamai hasil penelitiannya agar mereka mendapatkan hasil dan makna dari apa yang mereka pelajari. Dalam proses ini, guru hanya sebagai fasilitator, sedangkan siswa mencari dan menemukan pengetahuan yang sedang diteliti. Guru hanya menjelaskan dan menyajikan konsep model, dan rumuskan sebagai bahan ,masukan bagi siswa dalam mencari atau menemukan pengetahuannya.

D. Demonstrasikan

Pada posisi ini guru memberikan peluang, kepada siswa untuk menjelaskan hasil penelitiannya. akan lebih baik apabila agar siswa dapat menjelaskan dengan pemikiran atau kata-kata yang merekan susun dalam sebuah laporan penelitian. Hal ini menandakan bahwa siswa pun tahu dan bisa menjelaskan apa yang mereka telah dapatkan dari hasil temuannya.

E. Ulangi

Tunjukan kepada belajar cara-cara mengulang materi guru harus membimbing siswa dengan menegaskan ” Aku tahu dan memang tahu ini.

F. Rayakan

Konsep ini dapat digunakan oleh guru dalam membangkitkan kepercayaan diri siswa. sekecil apapun yang dilakukan siswa dikelas( baik menyelesaikan soal didepan kelas atau siswa dapat jawab) rayakanlah dengan sebuah penghargaan yang membangkitkan kepercayaan dirinya. Merayakan berarti sebuah pengakuan berharga dari seorang guru kepada siswanya yang memiliki kepentingan untuk untuk membangun mentalitas juara.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s